#RUANG LINGKUP BIOLOGI
Biologi
merupakan ilmu yang mengkaji makhluk hidup dengan segala permasalahannya.
Biologi bagian dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan
ilmu sains lainnya. Ruang lingkup biologi meliputi objek biologi dan
permasalahannya dari berbagai tingkat organisasi kehidupan (sel, jaringan,
organ, sistem organ, individu,populasi, komunitas, ekosistem, biosfer.
Objek atau
kajian dalam Biologi meliputi kelima Kingdom/Regnum:
1.Animalia (hewan),
2.Plantae (tumbuhan),
3.Fungi (jamur),
4.Protista
5.Monera
Virus dipisahkan dari kelima kingdom karena tubuh virus tidak tersusun oleh sel melainkan oleh asam nukleat yang diselubungi protein dan belum merupakan sel. Sedangkan kelima kingdom tubuhnya sudah berupa sel (bagi organisme uniseluler) ataupun tersusun atas banyak sel (bagi organisme)
Virus dipisahkan dari kelima kingdom karena tubuh virus tidak tersusun oleh sel melainkan oleh asam nukleat yang diselubungi protein dan belum merupakan sel. Sedangkan kelima kingdom tubuhnya sudah berupa sel (bagi organisme uniseluler) ataupun tersusun atas banyak sel (bagi organisme)
Perhatikan Tabel klasifikasi menurut R Witakker.
Bahkan dalam perkembangan terakhir, dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu: Plantae, Animalia, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.
Bahkan dalam perkembangan terakhir, dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu: Plantae, Animalia, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.
|
Cabang-cabang Biologi
Biologi berkembang dengan pesat sehingga sekarang
mungkin terdapat puluhan cabang biologi. Cabang cabang tersebut berkembang
dengan dasar kelima aspek diatas. Contoh :
Ilmu Kedokteran
Objek kajian : Tubuh Manusia / Manusia
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Kesehatan
Demikian juga dengan cabang-cabang biologi yang lain
dapat dilihat dari kelima aspek diatas.
1. Biologi Molekuler
Objek kajian : Kehidupan dalam skala molekul
Tingkat Organisasi : Molekul
Persoalan : Penyelidikan tentang interaksi berbagai
sistem didalam sebuah sel
2. Genetika
Objek kajian : Sifat keturunan
Tingkat Organisasi : molekul
Persoalan : Mempelajari sifat yang diturunkan induk ke
individu lainnya
3. Histologi
Objek Kajian : Struktur Jaringan
Tingkat Organisasi : Jaringan
Persoalan : Mempelajari Pengertian dari perubahan
jaringan akibat usia / penyakit
4. Anatomi
Objek Kajian : Struktur Tubuh Mahluk Hidup
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari detail mengenai struktur tubuh
suatu mahluk hidup
5. Fisiologi
Objek Kajian : Fisiologi universal, Fisiologi Manusia
, Fisiologi Hewan dan Tumbuhan
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi
secara fisik dan kimiawi
6. Mikrobiologi
Objek Kajian : Mikroorganisme kecil
Tingkat Organisasi : Molekul
Persoalan : Mempelajari seluk beluk suatu
Mikroorganisme hidup
7. Botani
Objek Kajian : Tumbuhan
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari seluruh seluk beluk Tumbuhan
8. Ekologi
Objek Kajian : Ekosistem
Tingkat Organisasi : Individu - Bioma
Persoalan : Mempelajari Interaksi antar Mahluk hidup
dengan lingkungannya
9.Taksonomi
Objek Kajian : Tingkatan Mahluk Hidup Berdasarkan
Kingdom
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari Penggolongan / Sistematika
mahluk hidup
10. Zoologi
Objek Kajian : Hewan
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari Macam-macam Hewan dan struktur
suatu hewan dan seluk beluknya
11. Embriologi
Objek Kajian : Embrio
Tingkat Organisasi : Sel
Persoalan : Mempelajari perkembangan suatu Embrio
12. Entomologi
Objek Kajian : Serangga
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari Jenis Serangga dan Variasinya
13. Ornitologi
Objek Kajian : Burung
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari secara detail yang berkaitan
dengan burung termasuk burung itu sendiri
14. Mikologi
Objek Kajian : Fungi
Tingkat Organisasi : Individu
Persoalan : Mempelajari macam-macam,fungsi, dan
pengaruh jamur
15. Akuakultura
Objek Kajian : Kehidupan Air
Tingkat Organisasi : Molekul- Populasi
Persoalan : Mempelajari Kehidupan yang berada di dalam
air , baik sungai , danau , maupun lautan
16. Evolusi
Objek Kajian : Sifat Genetik
Tingkat Organisasi : Sel
Persoalan : Mempelajari Sifat-sifat pewarisan yang
telah berubah bentuk dari masa ke masa
17. Sitologi
Objek Kajian : Sel
Tingkat Organisasi : Sel
Persoalan : Mempelajari Bentuk bentuk sel , fungsi ,
daur hidupnya
|
a.
Organisasi Tingkat Molekul dan Sel
Tubuh organisme hidup tersusun atas molekul organik, yaitu molekul yang
mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Molekul organik ini
ada 4 macam atau golongan yaitu:
- Molekul lipid. Molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen, serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid.
- Molekul karbohidrat. Molekul ini mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup.
- Molekul protein. Molekul ini adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang bertanggung jawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya hemoglobin dan zat anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai macam protein dalam tubuh organisme hidup.
- Molekul asam nukleat. Molekul ini merupakan satu-satunya molekul yang membawa informasi genetik organisme hidup. Terdapat 2 golongan besar asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).
Pada organisme hidup, atom-atom berikatan membentuk molekul.
Molekul-molekul ini tersusun ke dalam sistem interaksi yang kompleks yang
kemudian membentuk sebuah sel. Dengan kata lain, molekul-molekul organik
tersebut bergabung membentuk organel-organel sel, kemudian berbagai organel
tersebut saling berinteraksi membentuk satu kesatuan terkecil dari makhluk
hidup/organisme yang disebut Sel.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah sel dibangun oleh
komponen-komponen berikut: air, ion-ion anorganik, makromolekul (protein,
lipid, asam nukleat, dan karbohidrat/polisakarida), dan mikromolekul (asam
amino, asam lemak, nukleotida, dan glukosa).
Sel sebagai unit fungsional dan unit struktural terkecil pada organisme
multiseluler akan selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, diantaranya adalah:
- Mampu bereproduksi atau menghasilkan keturunan melalui pembelahan diri secara mitosis atau meiosis.
- Mampu memperoleh atau menghasilkan energi untuk kehidupannya melalui serangkaian proses respirasi sel di dalam mitokondria, energi ini berbentuk adenosin triphosphat (ATP).
- Mampu memberikan respons/tanggapan terhadap stimulus/rangsang.
- Mampu melakukan pencernaan intra seluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) melalui serangkaian proses.
- Mampu bertumbuh dan berkembang bahkan berdiferensiasi. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang, berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Sebagai contoh; di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam sel yang berdiferensiasi menyusun suatu jaringan.
b)Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan dan Organ, Sistem Organ
Organisasi kehidupan tingkat ini tidak dimiliki oleh organisme uniseluler,
tetapi hanya dimiliki oleh organisme multiseluler. Karena seluruh aktivitas
hidup pada organisme uniseluler dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Sedangkan
pada organisme multiseluler aktivitas hidup dilaksanakan oleh banyak sel yang
terorganisasi atau teratur dan saling berhubungan dengan baik hingga menjadi
satu kesatuan fungsi membentuk satu tubuh individu. Organisasi kehidupan
setelah tingkat molekul dan sel adalah tingkat jaringan dan organ. Apakah yang
dimaksud dengan jaringan dan organ?
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan
suatu fungsi tertentu. Sedangkan Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang
mampu melaksanakan satu fungsi tertentu. Pada dunia hewan tingkat tinggi dan
manusia terdapat 5 macam jaringan dasar penyusun tubuhnya. Kelima jaringan
tersebut adalah jaringan: epitelium, otot, ikat, tulang dan saraf. Sedangkan
pada dunia tumbuhan terdapat 7 macam jaringan dasar penyusun tubuh. Ketujuh
jaringan dasar tersebut adalah jaringan: epidermis, parenkima, kolenkima,
sklerenkima, endodermis, xilem dan floem.
Contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf ini tersusun oleh sel-sel saraf (neuron), yang bertugas menghantarkan impuls. Dan contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan xilem yang tersusun oleh sel-sel xilem, yang bertugas membawa air dan garam mineral dari tanah sampai ke daun.
Organ pada hewan dan manusia meliputi usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata, dan sebagainya. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu jaringan: epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Jaringan epitelium berfungsi membungkus villi, mensekresikan mukus dan mengabsorpsi air serta zat-zat gizi makanan. Jaringan ikat yang dalam hal ini berupa pembuluh darah bersama dengan epitelium berfungsi mengangkut sari makanan. Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerak peristaltis dibawah stimulus saraf otonom. Dan jaringan saraf berfungsi mengorganisir kerja ketiga jaringan tadi. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi yakni untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga membentuk sistem organ (sistem pencernaan).
Contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf ini tersusun oleh sel-sel saraf (neuron), yang bertugas menghantarkan impuls. Dan contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan xilem yang tersusun oleh sel-sel xilem, yang bertugas membawa air dan garam mineral dari tanah sampai ke daun.
Organ pada hewan dan manusia meliputi usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata, dan sebagainya. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu jaringan: epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Jaringan epitelium berfungsi membungkus villi, mensekresikan mukus dan mengabsorpsi air serta zat-zat gizi makanan. Jaringan ikat yang dalam hal ini berupa pembuluh darah bersama dengan epitelium berfungsi mengangkut sari makanan. Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerak peristaltis dibawah stimulus saraf otonom. Dan jaringan saraf berfungsi mengorganisir kerja ketiga jaringan tadi. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi yakni untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga membentuk sistem organ (sistem pencernaan).
c) Organisasi kehidupan tingkat individu,populasi dan komunitas
Sistem organ tersebut saling berinteraksi, saling menunjang atau saling
berpengaruh dan membentuk satu tubuh yang dikenal dengan istilah individu.
Apabila terjadi gangguan pada salah satu sistem organ pada individu maka sistem
organ yang lain juga mengalami gangguan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan
fungsi suatu sistem organ berarti menjaga keselarasan kerja antara sistem
organ, dan dapat menjadikan tubuh tetap sehat. Jadi individu merupakan satu
organisme yang tubuhnya tersusun oleh berbagai sistem organ yang saling
berhubungan. Di lingkungan yang lebih luas, individu diartikan sebagai satuan
makhluk hidup tunggal, misalnya seekor burung, seekor sapi, sebatang pohon
kelapa, sebatang tanaman padi, seorang anak, seorang ibu, dan sebagainya
Kata individu berasal dari bahasa Latin, yaitu Individuum yang artinya ‘tidak
dapat dibagi’. Individu tinggal pada suatu tempat (habitat). Di lingkungan
habitatnya individu tentu tidak sendiri. Ia akan hidup bersama dengan individu
lain, baik yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda. Individu-individu
dikatakan sejenis atau satu species jika mampu melakukan perkawinan dan
menghasilkan keturunan yang fertile, contohnya ayam betina dan ayam jantan merupakan
satu jenis/species.
Perhatikanlah contoh berikut; dalam sebidang kebun teh, tumbuhan yang hidup di sana tentu bukan hanya sebatang tanaman teh, melainkan tentu ada ratusan tanaman teh. Di sana tentu juga hidup beberapa jenis hewan, misalnya kodok, cacing tanah, bekicot, ular, ulat, tikus, belalang, capung, dan semut yang jumlahnya lebih dari satu.
Kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama-sama menempati suatu habitat disebut populasi. Jadi, seluruh tanaman teh pada sebidang kebun tersebut merupakan populasi tanaman teh, seluruh cacing tanah pada sepetak kebun tersebut merupakan populasi cacing tanah, dan seterusnya. Sedangkan kumpulan populasi yang tinggal bersama pada suatu areal tertentu, dimana terjadi suatu bentuk hubungan atau interaksi, baik antara individu sejenis (intraspecies) maupun antara jenis yang berbeda (antarspecies) disebut komunitas. Contoh : Sepetak sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan sebagainya.
Keadaan populasi di dalam suatu komunitas selalu berubah-ubah atau bersifat dinamis. Dinamika populasi ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan. Sesungguhnya banyak persoalan yang dapat dipelajari dari tingkatan populasi hingga komunitas ini.
Perhatikanlah contoh berikut; dalam sebidang kebun teh, tumbuhan yang hidup di sana tentu bukan hanya sebatang tanaman teh, melainkan tentu ada ratusan tanaman teh. Di sana tentu juga hidup beberapa jenis hewan, misalnya kodok, cacing tanah, bekicot, ular, ulat, tikus, belalang, capung, dan semut yang jumlahnya lebih dari satu.
Kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama-sama menempati suatu habitat disebut populasi. Jadi, seluruh tanaman teh pada sebidang kebun tersebut merupakan populasi tanaman teh, seluruh cacing tanah pada sepetak kebun tersebut merupakan populasi cacing tanah, dan seterusnya. Sedangkan kumpulan populasi yang tinggal bersama pada suatu areal tertentu, dimana terjadi suatu bentuk hubungan atau interaksi, baik antara individu sejenis (intraspecies) maupun antara jenis yang berbeda (antarspecies) disebut komunitas. Contoh : Sepetak sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan sebagainya.
Keadaan populasi di dalam suatu komunitas selalu berubah-ubah atau bersifat dinamis. Dinamika populasi ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan. Sesungguhnya banyak persoalan yang dapat dipelajari dari tingkatan populasi hingga komunitas ini.
d. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem, Bioma, dan Biosfer
Ekosistem adalah tingkatan
organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana
kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi. Pada ekosistem,
setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen,
konsumen, dekomposer maupun detritivor. Produsen terdiri dari
organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat
organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini
kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan)
yang berperan sebagai konsumen. Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan
produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak
langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya.
Karenanya konsumen
dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya
hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen
secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan
konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan
membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan.
Perhatikan contoh sebuah
rantai makanan ini : daun berwarna hijau (Produsen) ―→ ulat (Konsumen I) ―→ayam
(Konsumen II) ―→ musang (Konsumen III) ―→ macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Detritivor merupakan organisme yang memakan detritus (hancuran organisme mati).
Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia.
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Detritivor merupakan organisme yang memakan detritus (hancuran organisme mati).
Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia.
Contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung
berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan)
dan mikroorganisme yang dilaluinya.
Contoh kerusakan ekosistem karena perbuatan manusia adalah penggundulan
hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara.
Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Tahukah Anda apakah Bioma itu?
Istilah Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir), padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous.
Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Tahukah Anda apakah Bioma itu?
Istilah Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir), padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous.
Jenis Bioma,
Ciri dan Karakteistik:
Tundra
Terdapat di daerah kutub, tumbuhan dominannya adalah lumut kerak (Lichenes),
lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya
berumur 4 bulan. Hewan yang hidup di bioma ini adalah rusa, serigala dan
beruang kutub. Taiga Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau
hutan boreal. Tumbuhan dominannya adalah konifer atau tumbuhan berdaun jarum (pinus).
Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam, dan serigala.
Bioma Padang pasir atau Gurun
Terdapat di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Tumbuh-tumbuhan yang
tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya
ditutupi oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen
atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit
menjadi duri. Hewan yang hidup pada bioma ini adalah unta, tikus,ular, kadal,
kalajengking, dan semut
Bioma Padang Rumput
Pada bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk
menumbuhkan hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak
terdapat di sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah
prairi rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi
adalah padang rumput yang luas tanpa pohon.
Bioma Savana
Savanna merupakan padang rumput yang diselingi dengan sebaran pohon yang
tumbuh jarang. Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah
bison, gajah, jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan
ular.
Bioma Hutan Hujan Tropis (hutan basah)
Terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh
sangat rapat. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen,
mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang
berukuran tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon
yang mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat
pada tumbuhan lain, seperti rotan). Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini
antara lain monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam
burung
Hutan decidous (Hutan Gugur)
Terdapat di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan
dingin). Tumbuhan yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon
oak, elm, maple dan beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas,
dan menggugurkan daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya
‘habis’. Memasuki musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.
Selanjutnya interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.
Selanjutnya interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.
Manfaat Biologi dalam berbagai bidang organisasi kehidupan
Biologi
telah diaplikasikan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Keilmuan biologi
yang berkembang pesat telah memberikan berbagai manfaat atau sumbangan dalam
kemajuan kesejahteraan manusia. berikut contoh manfaat - manfaat :
1. Bidang
Kesehatan
§
Mengungkap Rahasia DNA
§
Penemuan Vaksin , Antibiotik dan Serum bagi kehidupan
§
Menemukan penyebab dan pengobatan penyakit
§
Mengungkap Rahasia proses pewarisan sifat ( Gen )
Bidang
Industri
§
Ditemukan berberapa bakteri untuk fermentasi & pembuatan makanan
§
Mengubah cara Pengolahan Tradisionel menjadi modern dan effisien
§
pengolahan tebu menjadi gula
§
pengolahan bakteri bakteri menjadi berguna
.
2.Bidang
Pertanian
§
Penemuan Pupuk
§
Penemuan Bibit Unggul Suatu Tanaman
§
Penemuan Rekayasa Genetika
§
Dapat Menggunakan Lahan yang sempit secara maksimal
3. Bidang
Peternakan
§
Penemuan Teknik Inseminasi buatan untuk hewan ternak
§
Memperbanyak Ternak Unggul
§
Penggunaan Teknik Hibridasi untuk hewan ternak
§
Mempercepat proses perkembangbiakan suatu hewan ternak
4. Bidang
Ekonomi
§
Mengolah bahan baku menjadi bahan jadi
§
Penjualan alat kecantikan
§
Penjualan Hewan ternak unggul yang mahal
§
Penjualan vaksin- vaksin dan antibiotik



wahhhhhhh thanks ya :)
BalasHapus